Berita mengenai virus korona belum kunjung reda, terutama di Indonesia. Justru semakin hari semakin banyak orang yang dinyatakan positif dan banyak pula yang tumbang akibat virus ini.

Akibat semakin banyak korban jiwa dan pasien positif corona, maka tenaga medis dan pemerintah bekerjasama untuk melakukan berbagai cara dalam upaya penyembuhan dan pencegahan terhadap virus corona. Beberapa hal yang telah dilakukan adalah melaksanakan lockdown dan social distancing, rapid test, dan swab tes. Salah satu yang paling dikenal dan banyak dilakukan oleh masyarakat adalah swab tes.

Swab dan PCR tak terpisahkan dalam metode tes untuk menegakkan diagnosis Covid-19. Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan ( sampel ). Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings  dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti  kapas lidi khusus.

Adapun PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction. PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan  didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2.

Dibanding rapid test, pemeriksaan RT-PCR lebih akurat. Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. Namun akurasi ini dibarengi dengan kerumitan proses dan harga alat yang lebih tinggi. Selain itu, proses untuk mengetahui hasilnya lebih lama ketimbang rapid test. (Sumber: PRIMAYA HOSPITAL)

Pada tanggal 31 Maret 2021 kemarin dilakukan swab massal yang bertempat di hotel ONYX Jl. M. Tohir, Tengah, Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Adapun sasaran atau orang yang diswab ialah para pegawai hotel-hotel yang berada di kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Berikut dokumentasi yang merupakan sebagai bukti bahwa terlah dilakukan swab tersebut.

Sumber Gambar: Pegawai P2P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *